“Batu bercinta”, itulah
istilah asing pertama yang saya dengar dari pertemuan perdana mata kuliah kuliah
Filsafat Pendidikan dari Prof. Dr. Marsigit, MA. Saya menjadi heran, bingung,
senyum yang menyatu. Istilah “batu bercinta”ternyata memiliki makna secara
filsafat dan dari cerita batu inilah beliau mengenalkan bagaimana hakikat dari
filsafat yang sebenarnya. Saya mulai terkagum dengan pemaknaan yang mendalam
dari beliau sekaligus menunjukkan kapasistas intelektual beliau yang memahami
filsafat.
Istilah itu ternyata hanya pembuka dan satu dari sekian banyak kata yang mengandung makna filosofis dari Prof. Marsigit dalam setiap kuliah. Banyak hal dan makna baru dan yang kami dapatkan dari kuliah ini.
Istilah itu ternyata hanya pembuka dan satu dari sekian banyak kata yang mengandung makna filosofis dari Prof. Marsigit dalam setiap kuliah. Banyak hal dan makna baru dan yang kami dapatkan dari kuliah ini.
Pada pertemuan awal, beliau
sudah melakukan perubahan model pembelajaran dari model kelas konvensional
yaitu dosen duduk di depan sendiri, menjadi kelas yang melingkar sehingga
seperti tidak ada “jurang pemisah” diantara kami (mahasiswa) dengan dosen.
Selain bentuk kelas yang berbeda, banyak hal berbeda lain yang Prof. Marsigit
lakukan, mulai dari tes dan sistem penilaian terbuka, gaya bicara (komunikasi),
metode pembelajaran dan lain-lain yang menurut saya menjadikan pembelajaran
filsafat unik dan inovatif.
Melalui metode pembelajaran
unik dan inovatif, beliau meminta kami untuk selalu dan selalu membaca blog
beliau yaitu https://powermathematics.blogspot.com/ yang harus ditindaklanjuti dengan berkomentar. Saya pribadi mengira
tulisan dalam blog beliau hanyalah 50 sampai dengan 100 artikel. Ternyata...ini
yang kedua kalinya menunjukkan kapasitas intelektual yang tidak hanya bisa
berbicara tetapi juga banyak menulis karya yang ilmiah, inspriratif dan kadang
mengandung sastra-budaya bahkan nilai-nilai agama.
Sekilas mengenal profil Prof.
Marsigit, MA yang pernah disampaikan baik diawal maupun akhir kuliah. Beliau lahir di Kebumen, Jawa Tengah,
tanggal 19 Juli 1957. Beliau tidak pernah membayangkan suatu saat dirinya
menjadi dosen, guru besar, apalagi menjadi Direktur Program Pascasarjana
Universitas Negeri Yogyakarta. Ketika menempuh pendidikan menengah, beliau hijrah ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Disamping aktif membaca majalah bahasa Inggris, hal yang menarik dari beliau
adalah terkait disiplin keilmuannya. Kuliah pertama diprogram studi matematika,
kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas London dan mendapatkan gelar Master
of Arts dalam bidang pendidikan dasar konsentrasi matematika. Luar bisanya
adalah beliau menempuh pendidikan S3 di Filsafat UGM. Pada akhir kuliah beliau menyampaikan atau
menceritakan bagaimana keadaan keluarga besarnya, tentu ada makna filosofis
yang mau disampaikan melalui cerita penutup kuliah tersebut
Untuk lebih ringkas materi
kuliah yang beliau sampaikan setiap pertemuan kami sampaikan sebagai berikut:
Minggu
|
Ringkasan
materi
|
1
|
Perkenalan , Kontrak
Belajar & Mengenal Filsafat
Diawali perkenalan beliau, dengan gaya filsafati
beliau, lengkap dengan cara sederhana menengalkan atribut yang dibawa beliau
yakni ketik aitu yakni cincin. Perkuliahan tetap diisi dengan tatap muka,
tetapi ada tugas untuk membaca referensi dan berkomentar di blog beliau, (powermathematics.blogspot.co.id).
Beliau mengawali materi filsafat tentang yang ada dan
yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah
mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada
objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita
telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita
jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek
filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek
filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih
bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti.
|
2
|
Tes
tertulis 1
Beliau meminta kami untuk memberikan
makna atau istilah filsafat setiap kata-kata kunci yang harus dipahami. Ada
istilah yang sudah pernah didengar tetapi juga banyak kata asing yang belum
pernah didengar. Mulai dari kata disebalik (metafisik), sehat (harmoni), lupa
(inkonsistensi), Hakikat (ontology)sampai dengan kata benda yang ada di
sekitar kita misalnya laut (kontemporer), bumi (Realita), Langit (idealita)
dan gunung (Ilmu). Skor yang saya peroleh 0 dan hampir semua mahasiswa
mendapatkan skor yang sama yakni 0. Prof Marsigit mengapresiasi angka 0 yang
kami peroleh agar kami kuliah memang hadir dalam keadaan tidak dan belum tahu
sehingga ingin menjadi tahu. Selesai tes, dilanjutkan dengan tanya jawab atas
beberapa istilah yang penting
|
3
|
Tes
tertulis 2
Hampir sama dengan minggu sebelumnya.
Beliau meminta kami untuk memberikan makna/arti setiap kata dan kalaimat tanya
dalam filsafat yang harus dipahami. Ada istilah yang sudah pernah didengar
tetapi juga banyak kata asing yang belum pernah didengar. Mulai dari ada apa
(potensi apa), apa ada (potensi) anda mau kemana (ke ruang nanti), Siapa
saudara anda (chemistiry), kenapa pelit (kapitalisme). Skor yang saya peroleh
1 dan hamir semua mahasiswa masih mendapatkan skor yang sama yakni 0. Prof
Marsigit kembali mengapresiasi sekaligus memotivasi peraih angka 0 untuk
tetap semangat belajar dan terus memabaca blog beliau.
|
4
|
Prof Marsigit ijin karena ada tugas di
Medan
|
5
|
Tes
tertulis3
Hampir sama dengan model tes
sebelumnya, hanya saja istilah yang ditanyakan lebih sulit dibandingkan
sebelumnya. Kalimat atau istilah yang digunakan lebih panjang dari kata-kata
sebelumnya yang berarti maknanya juga lebih dalam. Kata kunci yang ditanyakan
menyangkut dimensi hidup yakni dimensi materi, formal, norma dan spiritual. Misalnya apa materinya isi? apa formalnya
isi? apa normatifnya isi dan apa spiritulanya isi? Semua jawabanyya ternyata
merujuk kepada wadah karena wadah = isi. Saya bertahan dengan skor 1. Diakhir
tes selalu diadakan tanya jawab dan diskusi untuk mempertajam makna di setiap
pertanyaan.
|
6
|
Tes
tertulis 4
Masih menggunakan pola tes yang sama,
tetapi istilah yang ditanyakan adalah istilah yang sepertinya kontrproduktif
tetapi dipahami secara pasangan. Misalnya apriori yang postriori dan
postriori yang apriori. Tentu ini lebih menyulitkan tetapi Alhamdulillah ada
peningkatan skor saya menjadi 3. Seperti biasa, diakhir tes diadakan tanya jawab dan diskusi untuk
mempertajam makna di setiap pertanyaan.
|
7
|
Dimensi
Hidup
Prof. Marsigit mengenalkan dimensi
hidup yang holistik mulai dari dimensi
material, formal, normatif, sampai dengan spiritual. Melalui coretan
gambar khas, beliau menjelaskan bagaimana keterkaitan antar dimensi tersebut
baik yang bersifat linear, melingkar dan seterusnya. Intinya adalah strukrut
hidup tidaklah tunggal, termasuk apa yang kita sebut benar, baik yang ada
maupun yang mungkin ada.
|
8
|
Materi
Filsafat Pendidikan
Perkuliahan menjelaskan tentang
Politics and Idiliogy of Education. Prof. Marsigit membagi perkembangan
masyarakat mulai dari industrial Trainer, Technological Pragmatism, Old
Humanism, Progressive Eduacotor sampai dengan Public Educator. Masing-masing
tahapan tersebut dipilah dalam beberapa aspek /landsan pendidikan mulai dari
politik pendidikan sampai dengan orientasi kurikulum. Masing-masing memiliki
landasan filosofis yang berbeda. Beliau memberikan contoh bagaimana realitas pendidikan
di Indonesia yang sebagian besar masih bertahan pada tahapan Old Humanism, belum
masuk pada tahapan progressive educator. Di akhir kuliah beliau juga sedikit
membahas karya besar di bidang Filsafat Immanuel Kant yakni The Critique of
Pure Reason yang menjadi bahasan utama disertasi Prof. Marsigit.
|
9
|
Prof Marsigit Ijin kuliah untuk
ditunda tetapi sebagian besar mahasiswa tidak bisa.
|
10
|
Identifikasi
Masalah Pendidikan Berlandaskan Filsafat
Pada materi ini, beliau menjalaskan
bagaimana hubungan filsafat dengan bidang keilmuan kami masing-masing yang
nantinya akan dikonstruksi menjadi penelitian disertasi kami. Beliau memulai
dari konsep bidang ilmu masing-masing yang menjadi problem untuk
diselesaikan. Selanjutnya, baliau menguraikan bagaimana masalah tersebut
dikaji dari paradigma keilmuan masing-masing. Dari paradigma tersebut
kemudian ditarik dalam landasan filsafat yang benar baik dari aspek ontologi,
epsitimologi maupun aksiologi. Beliau meminta kami untuk membuat tugas
bagaimana mendeskrpsikan masalah-masalah yang akan diteliti sesuai dengan
bidang keilmuan masing-masing yang kemudian dikaji berdasarkan paradima yang
sesuai dan berlandaskan filsafat. Dari tugas ini, beliau juga meminta kami
untuk mengidentfikasi 15 masalah penelitian yang dilanjutkan dengan membuat 5
judul penelitian. Dari 5 judul tersebut kemudian diminta untuk membuat 1
outline penelitian yang akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Tugas
ini juga menjadi tugas akhri semester yang harus dipublikasikan melalui log
masing-masing. “Sebaik-baik filsafat
adalah penjelasan”demikian kata penutup beliau diakhir sesi ini.
|
11
|
Presentasi
I
Presentasi disampaikan oleh beberapa
mahasiswa tentang problematika masing-masing disiplin ilmu yang dikaji secara
filosofis. Prof Marsigit memberikan banyak masukan terkait bagaimana mengkonstruk
problematika keilmuan masing-masing dengan berlandasakan paradigma dan
filsafat yang sesuai.
|
12
|
Presentasi
II
Presentasi II disampaikan oleh Laily
terkait dengan filsafat pembelajaran bahasa. Presentasi ini dilanjutkan
dengan pembahasan oleh Prof. Marsigit tentang filsafat bahasa. Beliau menekankan pentingnya filsafat
bahasa dalam pengusaan ilmu pengetahuan
|
13
|
Presentasi
Judul Penelitian I
Semua mahasiswa diminta untuk
menyebutkan judul disertasi yang akan diangkat. Masing-masing judul dikritisi
oleh Prof. Marsigit guna memperbaiki sekaligus memperkaya tema/judul
penelitian Secara umum, Prof. Masrsigit memberikan beberapa catatan penting:
1. Judul disertasi harus
memiliki kebaruan, novelty, kedalaman dan keluasan yang lebih baik dari tesis
(S2) dan skripsi (S1)
2. Masalah penelitian
yang diangkat adalah masalah yang mendasar (filosofis)
3. Jangan pernah
berpikir untuk membuat judul yang bisa diselesai dengan cepat,karena berpikir
untuk cepat selesai adalah awal dari rendahnya kualitas disertasi yang akan dibuat.
|
14
|
Presentasi
Judul penelitian II
Profesor memberikan komentar beberapa
judul proposal disertasi yang sudah diperbaiki 1 minggu sebelumnya. Sebelum
memberikan saran dan kritik judul-judul terebut. Prof. Marsigit “sedikit”
bercerita tentang keluarga dan dirinya mulai dari orang tua, pribadi, istri
dan anak cucunya. Tentu cerita beliau bukan sekedar cerita, tetapi mengandung
makna yang filosofis tentang hidup, agama, pendidikan dan karir. Cerita yang
mendalam dan beberapa catatan kritis tentang perkuliahan sebaai penutup akhir
maata kuliah filsafat pendidikan.
|
Sebagai
akhir dari review mata kuliah ini, saya akan menyampaikan beberapa hal yang
penting yang saya temukan dari Prof. Marsigit, yaitu:
1.
Selama
ini, saya belajar filsafat hanya terfokus pada aliran rasionalisme dan
empirisme yang kemudian melahirkan metode ilmiah. Melalui kuliah filsafat Prof.
Marsigit, saya menemukan banyak aliran filsafat lain yang sangat penting dalam
membangun ilmu pengetahuan.
2.
Filsafat
beliau memiliki karakteristik tersendiri sehingga seringkali terlontar kata
“Marsigitisme”, tetapi sebagaimana yang sering beliau sampaikan bahwa sebenar benar filsafat adalah penjelasan, tetapi tidak skedar penjelasan, harus merujuk/merefer pemikiran pra filosof. Saya melihat bahwa referensi Marsigitisme adalah pengembangan dari pemikiran Immanuel Kant.
3.
Hidup adalah untuk
membangun (mengkonstruksi) kata Prof Marsigit. Sebuah kalimat yang menurut saya
sangat inspiratif dan mendalam.
4.
Selalu berdoa diawal dan
akhir kuliah. Kegiatan ini menegaskan bahwa belajar filsafat atau berfilsafat
tidak kemudian membuat si pembelajar menjadi anti agama /tuhan.
5.
Metode pembelajaran yang
dikembangkan semuanya berbasis teknologi, memanfaatkan media sosial sampai
dengan website yang berisikan tulisan ilmiah beliau
6.
Dibalik kepribadian beliau
yang mungkin membuat mahasiswa segan untuk bertemu, beliau adalah pribadi yang
terbuka, apa adanya, tegas namun tetap bijaksana. Dari beberapa cerita yang
beliau bagaimana beliau
Demikian
sekilas review dan sedikit refleksi atas perkuliahan filsafat selama satu
semester ini yang dapat saya tulis diakhir tahun 2019 ini. Masih banyak hal
yang belum diungkapkan dalam tulisan ini dan tersebar di beberapa video,
tulisan dan dokumen lain terkait kuliah beliau. Terima kasih Prof atas
ilmunya...
Prambanan, 31 Desember 2019
Heriansyah
Makasi sharing reviewnya pak Heri. Mengenai batu bercinta juga ikut menggelitik saya. Ternyata batu bercinta punya filsafat tersendiri. Mengajarkan kita kalau segala hal ada filsafatnya.
BalasHapusKakau bagi saya semuabya menggelitik. Mukai dari batu bercinta, anak-anak bercinta, apa mengapa, ada mengapa. Benar-benar hal baru sekali belajar Fuksafat dengan Prof. Marsigit. Btw, reviewnya lengkap pak...terima kasih...menambah review yang sudah ada.
BalasHapus