Selasa, 31 Desember 2019

Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Prof. Dr. Marsigit MA Oleh Heriansyah / 19701261017


“Batu bercinta”, itulah istilah asing pertama yang saya dengar dari pertemuan perdana mata kuliah kuliah Filsafat Pendidikan dari Prof. Dr. Marsigit, MA. Saya menjadi heran, bingung, senyum yang menyatu. Istilah “batu bercinta”ternyata memiliki makna secara filsafat dan dari cerita batu inilah beliau mengenalkan bagaimana hakikat dari filsafat yang sebenarnya. Saya mulai terkagum dengan pemaknaan yang mendalam dari beliau sekaligus menunjukkan kapasistas intelektual beliau yang memahami filsafat. 


Istilah itu ternyata hanya pembuka dan satu dari sekian banyak kata yang mengandung makna filosofis dari Prof. Marsigit dalam setiap kuliah. Banyak hal dan makna baru dan yang kami dapatkan dari kuliah ini.
Pada pertemuan awal, beliau sudah melakukan perubahan model pembelajaran dari model kelas konvensional yaitu dosen duduk di depan sendiri, menjadi kelas yang melingkar sehingga seperti tidak ada “jurang pemisah” diantara kami (mahasiswa) dengan dosen. Selain bentuk kelas yang berbeda, banyak hal berbeda lain yang Prof. Marsigit lakukan, mulai dari tes dan sistem penilaian terbuka, gaya bicara (komunikasi), metode pembelajaran dan lain-lain yang menurut saya menjadikan pembelajaran filsafat unik dan inovatif.
Melalui metode pembelajaran unik dan inovatif, beliau meminta kami untuk selalu dan selalu membaca blog beliau yaitu https://powermathematics.blogspot.com/ yang harus ditindaklanjuti dengan berkomentar. Saya pribadi mengira tulisan dalam blog beliau hanyalah 50 sampai dengan 100 artikel. Ternyata...ini yang kedua kalinya menunjukkan kapasitas intelektual yang tidak hanya bisa berbicara tetapi juga banyak menulis karya yang ilmiah, inspriratif dan kadang mengandung sastra-budaya bahkan nilai-nilai agama.
Sekilas mengenal profil Prof. Marsigit, MA yang pernah disampaikan baik diawal maupun akhir kuliah. Beliau lahir di Kebumen, Jawa Tengah, tanggal 19 Juli 1957. Beliau tidak pernah membayangkan suatu saat dirinya menjadi dosen, guru besar, apalagi menjadi Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Ketika menempuh pendidikan menengah,  beliau hijrah ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Disamping aktif membaca majalah bahasa Inggris, hal yang menarik dari beliau adalah terkait disiplin keilmuannya. Kuliah pertama diprogram studi matematika, kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas London dan mendapatkan gelar Master of Arts dalam bidang pendidikan dasar konsentrasi matematika. Luar bisanya adalah beliau menempuh pendidikan S3 di Filsafat UGM.  Pada akhir kuliah beliau menyampaikan atau menceritakan bagaimana keadaan keluarga besarnya, tentu ada makna filosofis yang mau disampaikan melalui cerita penutup kuliah tersebut
Untuk lebih ringkas materi kuliah yang beliau sampaikan setiap pertemuan kami sampaikan sebagai berikut:
Minggu
Ringkasan materi
1
Perkenalan , Kontrak Belajar  & Mengenal Filsafat
Diawali perkenalan beliau, dengan gaya filsafati beliau, lengkap dengan cara sederhana menengalkan atribut yang dibawa beliau yakni ketik aitu yakni cincin. Perkuliahan tetap diisi dengan tatap muka, tetapi ada tugas untuk membaca referensi dan berkomentar di blog beliau, (powermathematics.blogspot.co.id).
Beliau mengawali materi filsafat tentang yang ada dan yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti.
2
Tes tertulis 1
Beliau meminta kami untuk memberikan makna atau istilah filsafat setiap kata-kata kunci yang harus dipahami. Ada istilah yang sudah pernah didengar tetapi juga banyak kata asing yang belum pernah didengar. Mulai dari kata disebalik (metafisik), sehat (harmoni), lupa (inkonsistensi), Hakikat (ontology)sampai dengan kata benda yang ada di sekitar kita misalnya laut (kontemporer), bumi (Realita), Langit (idealita) dan gunung (Ilmu). Skor yang saya peroleh 0 dan hampir semua mahasiswa mendapatkan skor yang sama yakni 0. Prof Marsigit mengapresiasi angka 0 yang kami peroleh agar kami kuliah memang hadir dalam keadaan tidak dan belum tahu sehingga ingin menjadi tahu. Selesai tes, dilanjutkan dengan tanya jawab atas beberapa istilah yang penting
3
Tes tertulis 2
Hampir sama dengan minggu sebelumnya. Beliau meminta kami untuk memberikan makna/arti setiap kata dan kalaimat tanya dalam filsafat yang harus dipahami. Ada istilah yang sudah pernah didengar tetapi juga banyak kata asing yang belum pernah didengar. Mulai dari ada apa (potensi apa), apa ada (potensi) anda mau kemana (ke ruang nanti), Siapa saudara anda (chemistiry), kenapa pelit (kapitalisme). Skor yang saya peroleh 1 dan hamir semua mahasiswa masih mendapatkan skor yang sama yakni 0. Prof Marsigit kembali mengapresiasi sekaligus memotivasi peraih angka 0 untuk tetap semangat belajar dan terus memabaca blog beliau.
4
Prof Marsigit ijin karena ada tugas di Medan
5
Tes tertulis3
Hampir sama dengan model tes sebelumnya, hanya saja istilah yang ditanyakan lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Kalimat atau istilah yang digunakan lebih panjang dari kata-kata sebelumnya yang berarti maknanya juga lebih dalam. Kata kunci yang ditanyakan menyangkut dimensi hidup yakni dimensi materi, formal, norma dan spiritual.  Misalnya apa materinya isi? apa formalnya isi? apa normatifnya isi dan apa spiritulanya isi? Semua jawabanyya ternyata merujuk kepada wadah karena wadah = isi. Saya bertahan dengan skor 1. Diakhir tes selalu diadakan tanya jawab dan diskusi untuk mempertajam makna di setiap pertanyaan.
6
Tes tertulis 4
Masih menggunakan pola tes yang sama, tetapi istilah yang ditanyakan adalah istilah yang sepertinya kontrproduktif tetapi dipahami secara pasangan. Misalnya apriori yang postriori dan postriori yang apriori. Tentu ini lebih menyulitkan tetapi Alhamdulillah ada peningkatan skor saya menjadi 3. Seperti biasa, diakhir tes  diadakan tanya jawab dan diskusi untuk mempertajam makna di setiap pertanyaan.
7
Dimensi Hidup
Prof. Marsigit mengenalkan dimensi hidup yang holistik mulai dari dimensi  material, formal, normatif, sampai dengan spiritual. Melalui coretan gambar khas, beliau menjelaskan bagaimana keterkaitan antar dimensi tersebut baik yang bersifat linear, melingkar dan seterusnya. Intinya adalah strukrut hidup tidaklah tunggal, termasuk apa yang kita sebut benar, baik yang ada maupun yang mungkin ada.
8
Materi Filsafat Pendidikan
Perkuliahan menjelaskan tentang Politics and Idiliogy of Education. Prof. Marsigit membagi perkembangan masyarakat mulai dari industrial Trainer, Technological Pragmatism, Old Humanism, Progressive Eduacotor sampai dengan Public Educator. Masing-masing tahapan tersebut dipilah dalam beberapa aspek /landsan pendidikan mulai dari politik pendidikan sampai dengan orientasi kurikulum. Masing-masing memiliki landasan filosofis yang berbeda. Beliau memberikan contoh bagaimana realitas pendidikan di Indonesia yang sebagian besar masih bertahan pada tahapan Old Humanism, belum masuk pada tahapan progressive educator. Di akhir kuliah beliau juga sedikit membahas karya besar di bidang Filsafat Immanuel Kant yakni The Critique of Pure Reason yang menjadi bahasan utama disertasi Prof. Marsigit.
9
Prof Marsigit Ijin kuliah untuk ditunda tetapi sebagian besar mahasiswa tidak bisa.
10
Identifikasi Masalah Pendidikan Berlandaskan Filsafat
Pada materi ini, beliau menjalaskan bagaimana hubungan filsafat dengan bidang keilmuan kami masing-masing yang nantinya akan dikonstruksi menjadi penelitian disertasi kami. Beliau memulai dari konsep bidang ilmu masing-masing yang menjadi problem untuk diselesaikan. Selanjutnya, baliau menguraikan bagaimana masalah tersebut dikaji dari paradigma keilmuan masing-masing. Dari paradigma tersebut kemudian ditarik dalam landasan filsafat yang benar baik dari aspek ontologi, epsitimologi maupun aksiologi. Beliau meminta kami untuk membuat tugas bagaimana mendeskrpsikan masalah-masalah yang akan diteliti sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing yang kemudian dikaji berdasarkan paradima yang sesuai dan berlandaskan filsafat. Dari tugas ini, beliau juga meminta kami untuk mengidentfikasi 15 masalah penelitian yang dilanjutkan dengan membuat 5 judul penelitian. Dari 5 judul tersebut kemudian diminta untuk membuat 1 outline penelitian yang akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Tugas ini juga menjadi tugas akhri semester yang harus dipublikasikan melalui log masing-masing.  “Sebaik-baik filsafat adalah penjelasan”demikian kata penutup beliau diakhir sesi ini.
11
Presentasi I
Presentasi disampaikan oleh beberapa mahasiswa tentang problematika masing-masing disiplin ilmu yang dikaji secara filosofis. Prof Marsigit memberikan banyak masukan terkait bagaimana mengkonstruk problematika keilmuan masing-masing dengan berlandasakan paradigma dan filsafat yang sesuai.
12
Presentasi II
Presentasi II disampaikan oleh Laily terkait dengan filsafat pembelajaran bahasa. Presentasi ini dilanjutkan dengan pembahasan oleh Prof. Marsigit tentang filsafat bahasa.  Beliau menekankan pentingnya filsafat bahasa dalam pengusaan ilmu pengetahuan
13
Presentasi Judul Penelitian I
Semua mahasiswa diminta untuk menyebutkan judul disertasi yang akan diangkat. Masing-masing judul dikritisi oleh Prof. Marsigit guna memperbaiki sekaligus memperkaya tema/judul penelitian Secara umum, Prof. Masrsigit memberikan beberapa catatan penting:
1.      Judul disertasi harus memiliki kebaruan, novelty, kedalaman dan keluasan yang lebih baik dari tesis (S2) dan skripsi (S1)
2.      Masalah penelitian yang diangkat adalah masalah yang mendasar (filosofis)
3.      Jangan pernah berpikir untuk membuat judul yang bisa diselesai dengan cepat,karena berpikir untuk cepat selesai adalah awal dari rendahnya kualitas disertasi yang akan dibuat.
14
Presentasi Judul penelitian II
Profesor memberikan komentar beberapa judul proposal disertasi yang sudah diperbaiki 1 minggu sebelumnya. Sebelum memberikan saran dan kritik judul-judul terebut. Prof. Marsigit “sedikit” bercerita tentang keluarga dan dirinya mulai dari orang tua, pribadi, istri dan anak cucunya. Tentu cerita beliau bukan sekedar cerita, tetapi mengandung makna yang filosofis tentang hidup, agama, pendidikan dan karir. Cerita yang mendalam dan beberapa catatan kritis tentang perkuliahan sebaai penutup akhir maata kuliah filsafat pendidikan.

Sebagai akhir dari review mata kuliah ini, saya akan menyampaikan beberapa hal yang penting yang saya temukan dari Prof. Marsigit, yaitu:
1.      Selama ini, saya belajar filsafat hanya terfokus pada aliran rasionalisme dan empirisme yang kemudian melahirkan metode ilmiah. Melalui kuliah filsafat Prof. Marsigit, saya menemukan banyak aliran filsafat lain yang sangat penting dalam membangun ilmu pengetahuan.
2.      Filsafat beliau memiliki karakteristik tersendiri sehingga seringkali terlontar kata “Marsigitisme”, tetapi sebagaimana yang sering beliau sampaikan bahwa sebenar benar filsafat adalah penjelasan, tetapi tidak skedar penjelasan, harus merujuk/merefer pemikiran pra filosof. Saya melihat bahwa referensi Marsigitisme adalah pengembangan dari pemikiran Immanuel Kant.
3.      Hidup adalah untuk membangun (mengkonstruksi) kata Prof Marsigit. Sebuah kalimat yang menurut saya sangat inspiratif dan mendalam.
4.      Selalu berdoa diawal dan akhir kuliah. Kegiatan ini menegaskan bahwa belajar filsafat atau berfilsafat tidak kemudian membuat si pembelajar menjadi anti agama /tuhan.
5.      Metode pembelajaran yang dikembangkan semuanya berbasis teknologi, memanfaatkan media sosial sampai dengan website yang berisikan tulisan ilmiah beliau
6.      Dibalik kepribadian beliau yang mungkin membuat mahasiswa segan untuk bertemu, beliau adalah pribadi yang terbuka, apa adanya, tegas namun tetap bijaksana. Dari beberapa cerita yang beliau bagaimana beliau

Demikian sekilas review dan sedikit refleksi atas perkuliahan filsafat selama satu semester ini yang dapat saya tulis diakhir tahun 2019 ini. Masih banyak hal yang belum diungkapkan dalam tulisan ini dan tersebar di beberapa video, tulisan dan dokumen lain terkait kuliah beliau. Terima kasih Prof atas ilmunya...
Prambanan, 31 Desember 2019

Heriansyah

2 komentar:

  1. Makasi sharing reviewnya pak Heri. Mengenai batu bercinta juga ikut menggelitik saya. Ternyata batu bercinta punya filsafat tersendiri. Mengajarkan kita kalau segala hal ada filsafatnya.

    BalasHapus
  2. Kakau bagi saya semuabya menggelitik. Mukai dari batu bercinta, anak-anak bercinta, apa mengapa, ada mengapa. Benar-benar hal baru sekali belajar Fuksafat dengan Prof. Marsigit. Btw, reviewnya lengkap pak...terima kasih...menambah review yang sudah ada.

    BalasHapus

Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Prof. Dr. Marsigit MA Oleh Heriansyah / 19701261017

“Batu bercinta”, itulah istilah asing pertama yang saya dengar dari pertemuan perdana mata kuliah kuliah Filsafat Pendidikan dari Prof. ...